Sabtu, 26 Januari 2019


Bahaya Konsumsi Protein Terlalu Banyak

Makan makanan mengandung protein seperti susu dan daging masuk ke dalam makanan empat sehat lima sempurna. Tak lengkap rasanya gizi Anda bila tak konsumsi protein.

Namun, banyak orang yang mencoba untuk melakukan diet tinggi protein untuk alasan kecantikan. Nyatanya, tahukah Anda apa sebenarnya bahaya di balik terlalu banyak makan protein?

Berikut Liputan6.com merangkum enam bahaya konsumsi protein terlalu banyak yang dilansir dari Health Line,

1. Berat Badan Bertambah


Diet tinggi protein mungkin akan membuat berat badan turun, nyatanya hanya sebentar. Bila Anda banyak makan protein, kelebihannya akan disimpan sebagai lemak. Berat badan pun tanpa diketahui bisa bertambah. Jadi, jangan salah dalam memilih cara diet Anda.

2. Bau Mulut

Makan protein dalam jumlah banyak pun dapat menyebabkan bau mulut. Apalagi bila mengurangi asupan karbohidrat. Agar tidak bau berlebihan, perbanyaklah konsumsi air, sikat gigi lebih sering, dan kunyah permen karet.

3. Sembelit

Diet tinggi protein membatasi karbohidrat menyebabkan rendah serat. Akibatnya, sembelit pun tak bisa dihindari. Cara yang dapat Anda lakukan ialah minum air yang banyak dan konsumsi makanan yang mengandung banyak serat.

4. Diare

Biasanya, banyak orang mengonsumsi makanan dan minuman berprotein seperti susu tanpa banyak makan serat. Hati-hati, diare dapat menganggu Anda. Agar terhindar dari diare, minumlah banyak air, hindari minuman berkafein, dan tingkatkan asupan serat.

5. Dehidrasi


Tubuh mengeluarkan nitrogen berlebih dengan cairan dan air. Konsumsi banyak protein berarti mengonsumsi banyak nitrogen. Akibatnya, Anda akan merasa lebih haus dari biasanya. Minum lah banyak air agar menghindari dehidrasi.

6. Kerusakan Ginjal

Bila Anda mengikuti diet protein tinggi dalam waktu lama, terdapat resiko kerusakan ginjal. Kelebihan nitrogen dan produk sisa metabolisme protein akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyingkirkannya.

Mengonsumsi protein berlebihan pun menyebabkan ginjal menjadi abnormal dan dehidrasi berlebihan. Akibatnya, urin menjadi pekat.

Kamis, 10 Januari 2019

Tips Mengamankan Komputer Atau Laptop

Mengamankan komputer atau laptop kalian yang berbasis Windows tidak sulit. Beberapa langkah mudah dan sederhana, bisa efektif menjaga perangkat lebih aman.

Meski langkah ini terhitung mudah, masih banyak yang mengabaikan atau bahkan tidak tahu kalau hal-hal berikut perlu dilakukan. Berikut adalah lima tips dasar untuk mengamankan perangkat Windows kalian.

1. Buat password untuk user


Saat ini kita sering menyimpan password untuk berbagai akun kita di browser, mulai dari akun media sosial hingga online banking, agar lebih memudahkan login. Untuk itu, kita perlu memastikan agar tidak ada orang lain yang dapat mengakses informasi ini.

Walaupun tidak ada orang lain yang menggunakan komputer, kalian tetap harus menggunakan password untuk mengakses komputer. Selain itu, kalian juga harus memastikan kalau perangkat kalian otomatis mengunci jika tidak digunakan.

Kedua cara ini dapat diatur dengan mencari menu Settings kemudian pilih Accounts. Selanjutnya, pilih Sign-in options untuk mengatur password dan pilih 'when PC wakes up from sleep' agar perangkat yang 'tidur' harus dibuka menggunakan password.

2. Aktifkan Windows Defender


Dulu kita pasti langsung mencari aplikasi antivirus dari pihak ketiga untuk mengamankan komputer. Tapi sekarang, Windows telah memiliki aplikasi keamanan bawaan yang dapat diandalkan yaitu Windows Defender.

Kalian tetap bisa memasang antivirus pihak ketiga kalau ingin memastikan keamanan komputer. Tapi setidaknya, pastikan terlebih dahulu Windows Defender kalian sudah aktif.

Cara mengaktifkannya, cukup cari Settings di menu Start, pilih Update & Security, kemudian Windows Security dan terakhir pilih Open Windows Defender Security Center.

3. Teliti browser

Jangan lupa untuk terus memperbarui broswer kalian. Untungnya, saat ini browser bisa secara otomatis diperbarui.

Selain itu, kalian juga perlu lebih teliti dengan add-on atau ekstensi yang dipasang di browser. Telah ada beberapa kasus di mana ekstensi browser mencuri data milik pengguna. Jadi, pastikan kalian hanya memasang ekstensi yang benar-benar dipercaya.

Untuk mengeceknya, kalau menggunakan Google Chrome kalian perlu memilih menu yang berada di kanan atas browser, kemudian More Tools dan Extensions.

Kalau menggunakan Firefox, opsi Add-ons dapat ditemukan di menu secara langsung, dan di Microsoft Edge juga dapat ditemukan langsung di menu browser dan pilih Extensions.

4. Jangan download sembarangan

Ini adalah tips yang harus selalu diingat. Kalau ingin mengunduh aplikasi pastikan unduh dari situs resmi atau Microsoft Store.

Kemudian perhatikan juga saat proses pemasangan. Jangan asal klik tombol 'Next' cepat-cepat, karena bisa saja kalian justru ketambahan program yang tidak jelas dan mencurigakan.

Selain itu, buat yang suka download konten bajakan, kalian juga harus paham kalau ini menjadikan kalian lebih rawan terkena malware dan virus. Jadi harus lebih berhati-hati untuk tidak asal unduh.

5. Periksa izin aplikasi


Tidak beda dengan di smartphone, Windows juga sekarang memiliki fitur untuk mengontrol izin yang bisa dimiliki aplikasi. Ini penting karena selain menyangkut masalah keamanan, tapi juga menyangkut privasi.

Untuk mengaturnya, kalian cukup menuju Settings kemudian klik Privacy. Kalian bisa lihat pengaturan secara umum di tab General, tapi kalau ingin yang lebih spesifik bisa scroll bagian App Permissions.

Dua hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi, kamera dan mikrofon. Karena tidak boleh ada apa pun yang dapat mengakses kamera dan mikrofon, kecuali untuk hal seperti melakukan video call.

Mudah bukan? Silakan dicoba.